Latar Belakang Pendirian STTAM
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendorong terjadinya modernisasi dan globalisasi telah menempatkan umat manusia dalam persaingan pesat untuk dapat bertahan. Persaingan yang sedang dan akan terus bergulir, menuntut kualitas sumber daya manusia yang handal dan profesional. Tuntutan kualitas sumber daya manusia itu, mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, sosial, ekonomi, politik, pendidikan, agama dan sebagainya. Maka upaya yang perlu dilakukan adalah pemberdayaan lembaga-lembaga pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal yang sangat bertanggung jawab dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menyikapi kondisi tersebut di atas, GPPS ”Betlehem” Mataram, sebagai lembaga Rohani turut bertanggung jawab dalam pembinaan pendidikan agama dan keagamaan Kristen di Indonesia, maka Pada tahun 1998 Almh. Pdt. Andreas Linggom Girsang, menerima visi Allah untuk mengadakan Pelayanan di pulau Lombok. Mengingat kurangnya tenaga pelayan pada waktu itu sehingga visi tersebut kurang dapat direalisasikan secara maksimal.
Sedangkan jemaat yang ada dengan segala kesibukan dan pekerjaan mereka, kurang dapat dimaksimalkan untuk menjawab atau mewujudkan visi yang besar tersebut.
Mengingat pentingnya merealisasikan visi tersebut Almh. Pdt. Andreas Linggom Giraang mengambil keputussan untuk membentuk training di gereja yang diberi nama Sekolah Latihan Aktif Melayani (SLAM), sebagai wadah untuk mendidik, melatih dan memberdayakan jemaat demi terealisasinya visi tersebut.
Sekolah latihan Aktif Melayani (SLAM), pada awalnya dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yaitu pada hari selasa dan kamis yang diikuti oleh pelayan-pelayan Tuhan, pengurus jemaat dan semua gembala sel serta beberapa jemaat yang rindu untuk ambil bagian dalam pelayanan.
Sekolah Latihan Aktif Melayani (SLAM), hanya bertahan selama 7 bulan dikarenakan terjadinya kerusuhan besar-besaran yang terjadi pada 17 Januari 2000, yang mengakibatkan beberapa gereja di Mataram dan ratusan rumah anak-anak Tuhan dibakar, di jarah, dan dirusak. Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Betlehem Mataram yang merupakan pusat studi SLAM tidak luput dari keganasan kerusuhan tersebut. Meski menghadapi kendala untuk menjadikan jemaat GPPS “Betlehem” Mataram menjadi jemaat yang misioner, namun suara yang dari Tuhan terus bergema untuk melanjutkan kembali kegerakan pelatihan. Setelah bergumul lama dengan doa dan puasa serta dukungan dari jemaat, kekuatan baru seakan bangkit kuat untuk memulai kembali. Rasa optimis yang tinggi yang beliau (Alm) miliki, maka pada tahun 2004 beliau (Alm) dengan dukungan dari beberapa pihak untuk mewujudkan visi tersebut dengan membuka Sekolah Tinggi Alkitab Mataram. Visi yang mula-mula digumuli untuk denominasi GPPS kini berkembang menjadi bersifat interdenominasi dengan tujuan supaya gereja-gereja lokal yang ada di Provinsi NTB dan sekitarnya juga dapat berkat untuk mengembangkan gereja lokal mereka dengan mengirimkan anak-anak muda yang terpanggil untuk melayani, dapat dikirim ke Sekolah Tinggi Alkitab Mataram (STAM) untuk diperlengkapi dengan kebenaran firman Tuhan. Dengan berjalanya waktu dan pergumulan serta kebutuhan yang mendesak, maka Sekolah Tinggi Alkitab Mataram (STAM) mulai Juni 2011 namanya diubah menjadi Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Mataram (STTAM) dan sejak saat itu YBSIJ merupakan yayasan yang menaungi STTAM, dan oleh karena kemurahan Tuhan pada tanggal 19 Oktober 2011 STTAM Mendapat ijin penyelenggaraan yang di bantu oleh STT SETIA Jakarta, dan pada tahun 2011 SETIA membantu empat orang dosen STTAM untuk menyelesaikan S-2 dan juga membantu STTAM untuk biaya operasional yang bekerjasama dengan Yayasan Patmos hingga saat ini. Dan Yayasan Yang menaungi STTAM saat ini adalah YASABBAS.
Tanggal Pendirian
Sekolah Tinggi Alkitab Mataram (STAM) didirikan pada tanggal 06 Agustus 2005 oleh Almh. Pdt. Andreas Linggom Girsang beserta jemaat GPPS “Betlehem” Mataram, Dan mulai bulan Juni 2011 diubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Mataram (STTAM).
Landasan Penyelenggaraan
Penyelenggaraan Program Pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Mataram (STTAM) didasarkan pada landasan sebagai berikut :
- Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
- Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi;
- Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
- Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 036/U/1993 tentang Gelar dan Sebutan Lulusan Perguruan Tinggi;
- Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 Tahun 2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.
- Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000 Tahun 2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi;
- Keputusan Menteri Agama Nomor 520 Tahun 2001 tentang Pedoman Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi Agama;
- Keputusan Menteri Agama Nomor 534 Tahun 2001 tentang Perubahan Keputusan Menteri Agama Nomor 180 Tahun 1997 tentang Pedoman Penyelenggaraan Jurusan Pendidikan Agama Kristen dan Jurusan Teologi/Kependetaan serta Ujian Negara.
- Keputusan Menteri Agama RI Nomor 394 Tahun 2003 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi Agama;
- Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Nomor: Dj.III/Kep/Hk.00.5/137/4450/2003 tanggal 16 Desember 2003 tentang Pemberian Status Diakui Program Stratum Satu Jurusan Teologi/Kependetaan dan Program Stratum Satu Pendidikan Agama Kristen.
